Call Center Commuter Line

Call Center Commuter Line – Commuter Line atau kereta rel listrik merupakan salah satu solusi transportasi untuk mengurai kemacetan di Jakarta. Alat transportasi urban ini memang baru populer beberapa tahun belakangan, tetapi perkembangannya sudah dimulai sejak lama.

commuter-line-jakarta

Jalur kereta api listrik sebenarnya telah dirancang pada tahun 1917, oleh pemerintah Hindia Belanda. Elektrifikasi jalur kereta api yang pertama dilakukan dari Tanjung Priok sampai Jatinegara dimulai pada tahun 1923. Pembangunannya memakan waktu satu tahun dan telah beroperasi. Sementara elektrifikasi jalur kereta yang mengelilingi kota Jakarta selesai pada tahun 1927. Kemudian jalur Jakarta ke Bogor selesai dikerjakan pada tahun 1930.

Saat itu, untuk mendukung beroperasinya jalur ini, pemerintah Hindia Belanda membeli lokomotif listrik dari beberapa negara, seperti Swiss, Jerman, serta dari negaranya sendiri – Belanda. Dapat dikatakan, jalur kereta api listrik saat itu menjadi titik tolak majunya industri kereta api di Indonesia. Bahkan di kala itu, kereta api listrik merupakan pelopor sistem angkutan umum yang ramah lingkungan.

Commuter Line Di Era Kemerdekaan


Setelah Indonesia merdeka, jalur kereta api di Indonesia diambil alih oleh Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (PT KAI). Memasuki tahun 1976, banyak kereta yang telah digunakan dari zaman Belanda dinilai tidak lagi layak beroperasi sehingga digantikan rangkaian kereta listrik buatan Jepang. Pemerintah juga rutin mendapatkan hibah dan juga rutin melakukan pembelian armada kereta dari Jepang.

Menunjukan keseriusannya mengelola Commuter Line, tahun 2008 dibentuklah anak PT. KAI yang diberi nama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ). Perusahaan ini fokus pada pengelolaan kereta listrik di wilayah Jabotabek.


Untuk memperbaiki kualitas layanan, PT. KCJ melakukan pembenahan besar-besaran pada tahun 2011. Mulai dari perampingan rute operasi menjadi 5 rute utama, penghapusan Commuter Line ekspress, pengadaan gerbong khusus bagi wanita, serta mengubah beberapa nomenklaktur nama kereta. Selain itu, penataan infrastruktur dan manajemen dilakukan berkala.

Metode Pembayaran Dari Kertas Ke Elektronik


Dulu, ketika ingin naik Commuter Line, Anda harus membeli karcis dari kertas. Meskipun bahan bakunya mudah dicari, karcis kertas ini banyak disalahgunakan sehingga menimbulkan kerugian bagi pengelola. Apalagi saat itu, sistem pengawasan karcis masih lemah karena belum profesionalnya petugas di lapangan.

Sebab itulah mulai diterapkan sistem pembelian tiket secara elektronik pada tahun 2013. Sekarang, untuk menggunakan moda transportasi ini, Anda harus memiliki kartu Commuter Electronic Ticketing (Commet) sebagai alat pembayaran pengganti uang tunai. Bentuk commet mirip kartu kredit yang harus Anda tempelkan ke pintu elektronik ketika hendak menggunakan jasa maupun ketika hendak keluar.

Commuter Line Semakin Populer


Frekuensi Commuter Line semakin banyak sehingga dapat menjawab kebutuhan penggunanya yang semakin banyak. Harganya cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp11.000, dengan waktu tempuhnya yang tentunya lebih cepat dibandingkan berkendara menggunakan mobil. Fasilitasnya pun lebih nyaman karena terdapat AC serta tempat duduk yang layak bagi penumpang. Tak heran, warga Jabodetabek mulai beralih ke transportasi ramah lingkungan ini.

Call Center Commuter Line


Bagi Anda yang membutuhkan informasi tentang jadwal keberangkatan, harga tiket, atau hal lain seputar commuter line, Anda dapat menelpon call center Commuter Line melalui nomor telepon berikut ini:

  • Call Center Commuter Line
    Lokal: 121

    Handphone: 021 – 121
  • Email Customer Care
    [email protected]

Alamat Kantor:

PT. Kereta Commuter Indonesia

Stasiun Juanda

Jl. Ir. H. Juanda I

Jakarta Pusat – Indonesia

Telp: 021 – 3453535

Tulis Tanggapan