Call Center OJK

Call Center OJK – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah institusi pengawas lembaga keuangan yang mengatur, mengawasi, dan melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. Sebagai lembaga pengawas, OJK bertugas untuk mengendalikan lembaga-lembaga keuangan sehingga tercipta suasana yang adil, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat.

ojk

Sejarah Lahirnya OJK dan Upaya Mencegah Krisis Ekonomi Berulang


Nama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai menyeruak pada tahun 2011. Inilah lembaga yang bertugas menjadi “wasit” untuk mengawasi sektor jasa keuangan, seperti pasar modal dan perbankan maupun sektor jasa keuangan nonbank seperti dana pensiun, asuransi, lembaga pembiayaan, maupun lembaga jasa keuangan lainnya. Mengapa lembaga ini penting dihadirkan di Indonesia?

Anda mungkin masih teringat bagaimana krisis moneter 1997-1998 yang meluluhlantakkan fundamental ekonomi negeri ini. Ketika itu, salah satu penyebabnya adalah lemahnya sistem perbankan di Indonesia. Saat kurs rupiah anjlok, utang valas perbankan pun meningkat. Di sisi lain, terjadi peningkatan kredit macet. Hasilnya, perbankan pun kesulitan likuiditas.

Akhirnya, pemerintah pun mengucurkan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk membantu menyehatkan industri perbankan. Namun, hal itu tak cukup berhasil dan terjadilah krisis moneter. Kondisi semacam itu yang berupaya dicegah oleh OJK agar tidak terjadi. Atas niat dan tujuan tersebut, maka pemerintah memutuskan untuk membentuk OJK sebagai regulator sektor keuangan.

Lembaga ini dibentuk berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK. Upaya pembuatan UU itu dirintis oleh pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sejak akhir 2011. Baru pada tanggal 22 November 2012, UU tersebut disahkan. Kemudian, lembaga independen ini mulai resmi berfungsi sejak 31 Desember 2012. Lembaga ini bertugas menggantikan peran, tugas, fungsi, dan wewenang Badan Pengawas Pasar Modal serta Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Komandan OJK dan Pasukannya


Muliaman Darmansyah Hadad terpilih sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK yang pertama pada 26 Juni 2012. Sebagai ketua, dirinya didampingi oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto, serta para anggota Dewan Komisioner yakni Nelson Tampubolon, Nurhaida, Firdaus Djaelani, Ilya Avianti, dan Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono.


Berselang hampir sebulan kemudian, tepatnya pada 20 Juli 2012, Dewan Komisioner OJK ini diambil sumpahnya oleh Mahkamah Agung. Ketika itu ditambahkan dua anggota yang merupakan perwakilan dari Kemenkeu dan BI. Mereka adalah Ani Ratnawati dan Halim Alamsyah. Di periode kepemimpinan OJK pertama ini dibangunlah fondasi dasar organisasi ini. Selain membentuk struktur organisasi, mereka menyiapkan pegawai, infrastruktur, dan anggaran. Sebanyak 936 pegawai dari Bapepam-LK beralih status menjadi karyawan OJK. Selain itu, mereka juga menarik 82 pegawai dari BI.

Berselang lima tahun kemudian dilakukan pergantian pucuk pimpinan OJK yang baru. Pada 8 Juni 2017 tepatnya, anggota DPR memilih anggota Dewan Komisioner OJK periode 2017-2022. Terpilih sebagai ketua adalah Wimboh Santoso. Sementara sebagai wakil ketua adalah Riswinandi. Lalu sebagai anggotanya adalah Ahmad Hidayat, Heru Kristiyana, Nurhaida, Hoesen, dan Tirta Segara.

Peran dan Prestasi OJK


Sejumlah prestasi mencolok berhasil dicapai OJK. Di tingkat internasional, lembaga ini berhasil meraih Global Inclusion Award 2017 untuk regional Asia dan Pasifik pada 3 Mei 2017.

Di samping itu, OJK juga berperan dalam membekukan sejumlah lembaga yang dalam operasionalnya dianggap melanggar. Seperti pada 10-13 Maret 2014, lembaga ini mencabut ijin empat perusahaan modal ventura yaitu PT Ventura Overseas Capital, PT Diamond Jaya Multifinance, PT Artha Nusa Sembada, dan Freeport Finance Indonesia.

Yang cukup fenomenal adalah ketika pada bulan November 2016, OJK membekukan Pandawa Group. Koperasi tersebut diperkirakan berhasil menghimpun dana masyarakat sebesar Rp 3 triliun dengan kedok investasi bodong.

Call Center OJK


OJK, sebagai regulator sektor keuangan di Indonesia, memiliki misi untuk menciptakan kondisi keuangan yang sehat, stabil, dan adil. Tentunya, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan semua hal tersebut. Masyarakat dapat turut serta membantu OJK dengan melaporkan kegiatan lembaga keuangan yang berpotensi menyimpang. Misalnya, ada suatu lembaga investasi yang menawarkan bunga yang sangat tinggi. Ini menjadi salah satu indikator, apakah lembaga keuangan tersebut sudah diregulasi oleh OJK atau belum. Berikut adalah nomor telepon call center OJK:

  • Call Center OJK
    1500655

Alamat Kantor:

Otoritas Jasa Keuangan

Gedung Soemitro Djojohadikusumo

Jl. Lapangan Banteng Timur 2-4

Jakarta – Indonesia

Telp: 021 – 29600000

Call Center: 1500655

 

Tulis Tanggapan